Goodreads Indonesia

API, sekadar ajang popularitas?

In Acara on 01/11/2011 at 10:16

Sudah dapat dipastikan cukup banyak halang-rintang yang musti dihadapi oleh Goodreads Indonesia ketika hendak menyelenggarakan Festival Pembaca Indonesia (Indonesian Readers Festival – IRF). Mulai dari kompleksitas persiapan (terima kasih atas antusiasme relawan pada IRF2011 ini), penggalangan dana, promosi, hingga penyusunan acara-acaranya termasuk Anugerah Pembaca Indonesia (API).

Mengenai API sendiri, selain API tentu telah banyak penyelenggaraan penghargaan yang diberikan kepada segenap insan perbukuan tanah air melalui suatu proses penjurian yang ketat sehingga didapatkan sebaris nominasi dan pemenang hasil penilaian juri yang kemudian diberikan titel “terbaik”.

Lalu, bagaimana dengan API yang digagas oleh Goodreads Indonesia? Apakah memang benar hanya sekadar ajang popularitas?

Memaknai istilah “ajang popularitas” sepertinya tidak semudah mengulum permen cokelat. Perlulah ditelisik secara lebih mendalam mengapa Anda berminat mengulum permen tersebut. Perlulah Anda ingat bagaimana Anda bisa mengetahui keberadaan permen cokelat itu, apakah karena iklan dari produsennya atau karena rekomendasi dari teman. Terlebih Anda juga perlu mendapat informasi apakah orang-orang di sekeliling Anda juga tahu dan suka permen cokelat tersebut. Lantas, ketika Anda berkesempatan mencicip dan mengulum permen cokelat tersebut, dan nyatanya Anda suka, apakah Anda masih akan menyebut diri Anda sebagai korban “ajang popularitas” permen cokelat itu?

What’s the point?

Intinya, marilah kita mencoba mengintip lebih jauh dari hanya sekadar pemahaman seputar popularitas. Memang benar, nominasi yang disusun oleh Tim API –- Goodreads Indonesia -– adalah berdasarkan ‘banyak-banyakan’ sebuah buku dibaca oleh pembaca Indonesia, yang dirangkum dari database website goodreads.com. Namun demikian, sebagaimana telah diinformasikan pada tahapan awal penyelenggaraan API, bahwa API merupakan sebuah sarana apresiasi pembaca (sebagai ungkapan rasa terima kasih) kepada insan perbukuan tanah air yang telah menghadirkan beragam buku yang dapat dinikmati oleh pembaca Indonesia.

Maka, API adalah sebenar-benarnya milik pembaca. Pembaca bisa siapa saja. Dan, tidak perlu sederet nama untuk mengisi jajaran kursi dewan juri untuk menentukan suara pembaca. Memilih adalah sebuah kebebasan. Jadi, siapa pun pembaca itu bebas menentukan pilihannya. Oleh karenanya, terasa sangat wajar jika daftar buku pilihan yang disusun oleh Tim API adalah berdasarkan data kuantitatif jumlah pembaca yang sudah membaca buku yang masuk dalam daftar tersebut. Plus, Tim API juga mempertimbangkan bahwa minimal buku tersebut disukai (dengan beragam faktor) melalui representasi rating yang diberikan oleh pembaca.

Pada akhirnya, istilah ajang popularitas adalah kembali kepada pemahaman Anda. Jika dikembalikan kepada niatan awal, maka API lebih diharapkan untuk disebut sebagai penghargaan dengan titel akhir “terfavorit” hasil dari pilihan pembaca. Karena senyatanya Pembaca adalah penentunya.

Bagi yang belum memilih pada longlist tahap I ini, silakan vote di sini.

Tahun 2011 adalah tahun kedua penyelenggaraan Anugerah Pembaca Indonesia dengan pengumuman pemenang favorit pilihan pembaca akan dilaksanakan pada puncak acara Festival Pembaca Indonesia 2011 tanggal 4 Desember 2011 di GOR Soemantri Brodjonegoro, Plaza Area, Pasar Festival Kuningan, Jakarta. Untuk daftar pemenang API tahun 2010, silakan lihat di sini.

Tim API
Ferstival Pembaca Indonesia 2011

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: